Film Tarzan dan Jane (1999) mengusung kisah klasik tentang manusia hutan yang kembali ke peradaban modern, namun tetap berakar pada tema alam, identitas, dan cinta. Versi 1999 sering merujuk pada adaptasi kontemporer dari tokoh Tarzan—baik yang berupa film animasi, live-action, atau serial yang mengalami pembaruan karakter dan penyajian agar sesuai selera penonton akhir abad ke-20. Menonton film ini dengan subtitle Bahasa Indonesia (sub Indo) memberi pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton berbahasa Indonesia, karena dialog, nuansa emosional, dan humor menjadi lebih mudah dipahami.
Pada tahun 1999, Disney memperkenalkan teknik CGI bernama Deep Canvas . Teknik ini memungkinkan latar belakang hutan 3D terlihat sangat dinamis dan hidup, memberikan efek visual memukau saat Tarzan "berselancar" di atas dahan pohon dengan kecepatan tinggi.