Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...
Namun, di balik popularitasnya, lagu ini juga menyimpan kontroversi karena liriknya yang dinilai vulgar dan berbau seksual. Ironisnya, banyak orang, termasuk anak-anak, justru sering menyanyikannya tanpa tahu arti sebenarnya, hanya karena "lagunya enak". Nah, celakanya, dialah yang kemudian menjadi "target operasi" di setiap tongkrongan.
Sayangnya, masyarakat sering kali menyalahkan korban dengan mempertanyakan mengapa korban mau datang ke tongkrongan tersebut atau mengapa korban mengonsumsi minuman tertentu. Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...
Lalu, malam itu, di atas jemuran pakaian yang sudah menguning, ditemani dua tiga gelas kopi yang sudah dingin, ada satu orang yang lo suka. Lo diajak nongkrong. Dalam kepala lo, skenarionya indah: ngobrol dalam, tawa yang tulus, atau mungkin—hanya mungkin—ada keberanian buat ungkap perasaan. Namun, di balik popularitasnya, lagu ini juga menyimpan
Lirik lagu barat atau konten hiburan yang menjurus ke arah seksualitas terkadang diserap mentah-mentah tanpa adanya sensor moral, sehingga menurunkan rasa hormat antar sesama, khususnya terhadap perempuan. Dampak Traumatis Bagi Korban Dalam kepala lo, skenarionya indah: ngobrol dalam, tawa
Dan tanpa pengumuman resmi, alunan gitar khas Luis Fonsi dan Daddy Yankee pun menggetarkan plastik kursi lipat.
Dalam banyak kasus kekerasan seksual yang melibatkan lingkaran pertemanan atau "setongkrongan", pola yang terjadi biasanya memiliki kemiripan yang sangat sistematis.